mensinergikan media sosial untuk pembelajaran di masa pandemi Covit-19
Mensinergikan Media Sosial untuk Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19
Oleh : achmad nur afif
Dalam beberapa bulan ini telah muncul novel corona virus disiases atau bisa di sebut COVID-19, covid-19 Ini berasal dari kota wuhan (cina), kemudian menyebar ke negara-negara lain termasuk Indonesia. COVID-19 telah memakan banyak korban, ratusan ribu manusia terpapar virus ini bahkkan puluhan ribu menjadi korban meninggal. Penularan yang sangat cepat dan sulitnya mendeteksi orang yang terpapar menyebabkan banyak korban berjatuhan.
Sulitnya penanganan wabah ini, membuat para pemimpin dunia menerapkan kebijakan yang ketat untuk memutuskan rantai penyebaran virus ini. Diantranya, pemabatasan social masyarakat, dimana masyarakat diharuskan untuk berada dirumah aja, juga dalam bidang Pendidikan pemerintah mendadak meliburkan atau memindahkan proses belajar mengajar menjadi dirumah aja dengan melalui media online(daring).
Wajah media social saat ini telah berubah menjadi pusat penyebaran informasi, juga menjadi alternatif untuk belajar baik itu untuk anak yang masih sekolah ataupun yang masih kuliah. Semua Lembaga telah menerapkan belajar dengan berbasis online atau daring. Karena itu, saat ini Media social memegang eksistensi tinggi dan berperan sangat penting di masyarakat dan dikalangan pelajar. Dan seharusnya media social di gunakan dengan sebaik mungkin baik itu untuk belajar, menyebarkan informasi ataupun mencari informasi.
Pandemi COVID-19 sangat lah berdampak pada berbagai bidang, salah satunya bidang Pendidikan. Pendidikan juga merasakan dampak terjadinya pandemi COVID-19. Pendidikan harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan walaupun di rumah aja. Karena itu, para pendidik di tuntut mendesain media pembelajara sebagai inovasi dengan memanfaatkan media online atau daring.
System pembelajaran dilakukan dengan melalui gadget atau laptop yang harus terhubung dengan internet. Para pelajar ataupun mahasiswa dapat menjalankan belajar bersama di group WhatsApp (WA), telegram, edmodo, Aplikasi zoom, meet, dan aplikasi lainnya. Dengan demikian, para guru ataupun dosen dapat memastikan peserta didiknya mengikuti pembelajaran atau tidak melalui alternative-alternatif tersebut. Para pendidik pun dapat memberikan materi ataupun tugas kepada peserta didik sesuai dengan tujuan materi yang di sampaikan melalui aternatif tersebut.
Kondisi COVID-19 ini seolah-olah memaksa kita bertranformasi untuk bisa beradaptasi dalam melakukan pembelajaran dari rumah melalui daring(online). Tentu ini bukanlah hal yang mudah, karena belum sepenuhnya siap. Penggunaat teknologi ini sebenarnya memiliki beberapa faktor yang menghambat terlaksananya efektifitas pembelajaran daring(online). Diantaranya, penguasaan teknologi yang rendah, keterbatasan sarana prasarana, jaringan internet yang tidak stabil karena letak geografis yang masih jauh dari jangkauan signal.
Namun, dalam situasi ini kita “dipaksa” harus bisa memaksimalkan belajar walaupun melalui media sosial atau daring. Berbagai aplikasi media pembelajaran telah tersedia, jadi tinggal bagaimana kita mensinergikan media tersebut untuk belajar di masa pandemi ini. Aplikas-aplikasi tersebut dapat kita manfaatkan untuk mengembangkan pengetahuan dan wawasan seluas-luasnya.
Melalui Pendidikan, akan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan intelektual dan munculnya pandemic Covid-19 ini tidak menjadi halangan kita untuk mewujudkannya. Mungkin hal itu sangat berat oleh para pendidik, karena di tuntut untuk kreatif dan juga inovatif dalam menyampaikan materi melaui media pembelajaran daring. Tetapi, pola pikir yang positif dapat membantu menerapkan media pembelajaran online, sehingga akan menghasilkan capaian pembelajaran yang berkualitas. Salah satu sarana untuk mencapai hal itu adalah dengan meningkatkan sinergi antara Lembaga-lembaga yang berkepentingan. Termasuk dengan melakukan edukasi yang terus dilakukan, terutama terkait litersi media sosial kepada seluruh para pelajar dan masyarakat.
Dengan kita mengoptimalkan menggunaka media social sebagai saran pembelajaran, kita seharusnya bisa mendapatkan ilmu-ilmu baru, baik itu dari luar maupun dari dalam negri. Missal, dalam aplikasi youtobe kita bisa menonton materi-materi yang kita butuhkan, karena di aplikasi tersebut banyak sekali materi-materi yang disediakan, baik itu dari luar negri maupun dari dalam negri. Bukan hanya youtobe, banyak aplikasi lainnya seperti ruang guru, zenius, dan juga media pembelajaran lainnya yang dapat kita akses.
Covid-19 ini bukanlah penghalang untuk mencapai cita-cita yang diinginkan, dengan mensinergikan media social sebagai sarana pembelajaran, itu bisa menghasilkan target pencapaian yang kita inginkan.
Achmad nur afif
Mahasiswa unipdu jombang
Fakultas ilmu kesehatan
Yaps...sangat membantu👍
BalasHapus👍🏻
BalasHapus👍
BalasHapusTop👍👍
BalasHapusKerenn minnn
BalasHapusTerimakasi☺️
Hapus👍
BalasHapusJg pernah menyerah dalam berproses
BalasHapusSiap dan
HapusMataappp
BalasHapusBagussss
BalasHapusGoo job
BalasHapusBravo👍
BalasHapusDahsyatttt👍🏻
BalasHapus👍
BalasHapus